Ø Jiwa
aku tenggelam dalam rumput yang bergoyang. Teman, kebusukan akan tercium
terbawa oleh angin. (Dewanaya 06/01/13)
Ø Air
jatuh karena cacing menangis. Cerita hari ini aku tidak tahu, semoga ini jalan
terbaik. (Dewanaya 07/01/13)
Ø Kosong
(Dewanaya 08/01/13)
Ø Kebingungan
jadi masalah dalam setiap akal yang meliar dalam sebuah kihidupan. (Dewanaya
09/01/13)
Ø Sungai
mengalir gemercik suara rindang. Tangga kehidupan terbuat dari cita yang
tinggi. (Dewanaya 10/01/13)
Ø Sukses,
akan menghampiri orang yang mau terus berusaha dalam kesulitan. Tetesan renung
dalam sebuah kehidupan. (Dewanaya 11/01/13)
Ø Burung
meninggalkan sarangnya, kenangan menjadikan spirit untuk hidup. (Dewanaya
12/01/13)
Ø Arang,
nyamuk, dan kematian adalah rindu. (Dewanaya 13/01/13)
Ø Waktu
berjalan tak mengenal lelah. Imajinasi yang bisa melul;uhkan kekuatan di dalam
waktu. (Dewanaya 14/01/13)
Ø Kura-kura
terbalik mati dalam tempurungnya. Selatan jauh dari utara. Kehidupan luas
berbagai rintangan, menyerah adalah mati. (Dewanaya 15/01/13)
Ø Rayap
makan kayu, nayamuk menghisap darah, dan semut mengrubungi gula. Kebahagiaan
dalam hidup ada pada keluarga. (Dewanaya 16/01/13)
Ø Kucing
melihat tikus, ular dilihat elang. Kebiasaan akan menjadi hal yang selalu
dipertimbangkan. (Dewanaya 17/01/13)
Ø Deras
jeritan hati yang tidak mampu mengalahkan kekutan dalam sebuah proses
kehidupan. Bunga dalam sebuah mimpi yang indah, akankah tercium pada realitas
yang benar-benar ada?. (Dewanaya 18/01/13)
Ø Terkadang
orang tidak bisa melihat warna kehidupan. Prasangka yang busuk dengan tidak ada
kepercayaan, tunggu kehancuran dalam kebahagiaan. (Dewanaya 19/01/13)
Ø Sura-suara
burung berkicau, jarum jam terus berjalan. Jemput kebahagiaan dalam sebuah
proses terus-menerus. (Dewanaya 20/01/13)
Ø Mereka
tidak tahu ada pisau berhafas dalam piring berisikan nasi. Hidup terdiam tapi
mengetahui. (Dewanaya 21/01/13)
Ø Pasir
hitam atau putih? Rasa kecewa bukan satu-satunya hal yang perlu digenggam.
Buang buat lagi…! (Dewanaya 22/01/13)
Ø Gugur
daun tersebut. Berubah atau tidak nasip kedepan, tetaplah jalan. (Dewanaya
23/01/13)
Ø Sarang
ini ada penghuninya, khayalanmu sia-sia tanpa ada pembuat sarang itu. (Dewanaya
24/01/13)
Ø Apakah
mungkin jam berputar kekiri? Sebuah kemungkina akan terus membayangi dalam
kehidupan. (Dewanaya 25/01/13)
Ø Jebakan
ada dimana-mana. Membaca kehidupan dengan tanggap bisa buah jebakan, terjebak
berarti mati. (Dewanaya 26/01/13)
Ø Jalan
kehidupan seprti batang rokok yang terbakar. Kehabisan jangan sampai terbuang
sia-sia. (Dewnaya 27/01/13)
Ø Jangan
anggap tidak bisa, jangan anggap tidak tahu, dan jangan anggap rendah. Luar
belum tentu sama dengan dalam. (Dewanaya 28/01/13)
Ø Bunga
dibalas dengan bangkai. Hidup tidak stabil, karena kebusukan dakam jiwa.
(Dewanaya 29/01/13)
Ø Hidup
dalam keterpaksaan, buah kebahagiaan. Tapi kebahagiaan itu palsu. (Dewanaya
30/01/13)
Ø Kepercayaan
dapat mengalahkan segala sesuatu. Tetapi, jangan takut untuk melawannya.
(Dewanaya 30/01/13)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar